Melampui Self-Actualization: Rekonstruksi Psikologi Humanistik Abraham Maslow menuju Teologi Keberpihakan dan Keadilan Transendental

Main Article Content

Bintang Raehan Gemilang
Laila Hana
Misbahatul Laily Urbaningrum Urbaningrum
Aghnia Safa Salsabila
Ali Hasan Siswanto

Abstract

Artikel ini berangkat dari krisis epistemologis dalam psikologi humanistik–eksistensial kontemporer yang cenderung mereduksi dimensi spiritual dan transendental menjadi sekadar pengalaman subjektif. Pemikiran Abraham Maslow tentang self-actualization dan self-transcendence pada awalnya membuka ruang bagi dimensi makna yang lebih tinggi, namun dalam perkembangan mutakhirnya mengalami sekularisasi metodologis dalam ilmu sosial. Kesenjangan penelitian research gap terletak pada absennya integrasi sistematis antara psikologi humanistik, teologi Islam, khususnya Teologi Keberpihakan, dan analisis kritis ilmu sosial dalam menjawab krisis eksistensial dan ketidakadilan struktural sekaligus. Dengan menggunakan pendekatan teoritis integratif antara psikologi humanistik–eksistensial, teologi Islam, dan ilmu sosial kritis, penelitian ini mengadopsi metode kualitatif-konseptual melalui analisis teks dan dialog kontekstual. Artikel ini berargumen bahwa konsep self-actualization bersifat terbatas karena cenderung individualistik dan belum mengakomodasi dimensi etis-transformatif dalam konteks ketidakadilan sosial. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi menuju kerangka self-transcendent justice yang mengintegrasikan kesadaran transendental, keberpihakan teologis, dan praksis keadilan sosial. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada pengembangan paradigma epistemologis baru yang mensintesiskan psikologi, teologi, dan ilmu sosial dalam kerangka yang lebih holistik dan transformatif. Model ini tidak hanya memperluas horizon studi Islam kontemporer, tetapi juga mereposisi manusia sebagai subjek yang tidak hanya mengaktualisasikan diri, melainkan melampaui diri dalam komitmen etis terhadap keadilan.

Article Details

Section
Articles

References

Adiyono, Adiyono, Syamsun Ni’am, and Akhyak Akhyak. “Methodology of Islamic Studies: Islam as Religion (A Perspective Epistemology, Paradigm, and Methodology).” Analisis: Jurnal Studi Keislaman 24, no. 1 (2024): 169–200. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/ajsk.v24i1.22636.

Affandi, Ahmad Rizki. “Missi Al-Qur’an Prespective Fazlur Rahman: Study of the Verses of the Quran in the Book Major Themes Of The Qur’an Approach Maqāṣid Al-Qur’ān.” Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman 11, no. 2 (2024): 299–314. https://doi.org/10.24952/multidisipliner.v11i2.13501.

Ahmad, Salina. “Hermeneutics and Semantic Analysis: A Comparative Analysis in Modern Islamic Discourse.” E-Journal of Islamic Thought & Understanding 7, no. 1 (2024): 49–63. https://doi.org/10.24191/ejitu.v7i1.6051.

Arroisi, Jarman, Husain Zahrul Muhsinin, and Ahmad Rizqi Fadlilah. “Self-Transcendence in Transpersonal Psychology: A Critical Review from the Perspective of the Islamic Worldview.” International Journal of Emerging Issues in Islamic Studies 4, no. 1 (2024): 69–81. https://doi.org/10.31098/ijeiis.v4i1.2432.

Dewi, Maylani Rahmawati, and Amin Fauzi. “Aligning Humanistic Psychology and Islamic Education: A Theoretical Dialogue between Carl Rogers and Abraham Maslow.” Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal 10, no. 2 (2025): 236–46. https://doi.org/10.15575/atthulab.v10i2.52273.

Fidelis, Andréa, António Carrizo Moreira, and Andreia Vitória. “Multiple Perspectives of Spiritual Intelligence: A Systematic Literature Review.” Social Sciences and Humanities Open 9, no. March (2024). https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.100879.

Llanos, Luis Felipe, and Lorena Martínez Verduzco. “From Self-Transcendence to Collective Transcendence: In Search of the Order of Hierarchies in Maslow’s Transcendence.” Frontiers in Psychology 13, no. March (2022): 1–9. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.787591.

Noor, Muhammad Fauzi, and Eko Saputra. “HERMENEUTICS IN THE INTERPRETATION OF QUR’AN.” International Journal of Population Data Science 2, no. 1 (2024): 30–39. https://doi.org/https://doi.org/10.58578/IJECS.v2i1.2685.

Rahemtulla, Shadaab. “The Future of Islamic Liberation Theology.” Religions 14, no. 9 (2023): 1–9. https://doi.org/10.3390/rel14091079.

Ulfatun Wahidatun Nisa, and Amal Fathullah Zarkasyi. “Islamic and Spirituality: Reevaluating Maslow’s Hierarchy for Self-Actualization.” Progresiva : Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam 13, no. 02 (2024): 219–30. https://doi.org/10.22219/progresiva.v13i02.32486.

Ulum, M Nuzulul, and Joko Kastiawan. “Dari Teks Ke Konteks : Relevansi Metodologis Hermeneutik Dalam Penafsiran Al- Qur ’ an Dan Hadis Era Kontemporer” 5, no. 1 (2026): 31–40. https://doi.org/10.56113/takuana.v5i1.277.

Warohmah, Mawaddah. “Metodologi Kontemporer Studi Hukum Islam: Pendekatan Kritis Terhadap Sumber Dan Mekanisme Perumusan Hukum.” Istishlah: Jurnal Hukum Islam 1, no. 01 (2025): 13–22. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/istishlah.