Konsep Pedagogi Kepemimpinan dalam Teks Nitisastra Karya Maha Rsi Kautilya
Main Article Content
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam konsep pedagogi kepemimpinan yang terkandung dalam teks Nītiśāstra karya Maha Rsi Kautilya. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kepemimpinan dipandang bukan sekadar sebagai posisi kekuasaan, melainkan sebagai proses pendidikan karakter yang berkesinambungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan hermeneutika untuk menafsirkan makna filosofis dan pedagogis dari sloka-sloka dalam teks Nītiśāstra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagogi kepemimpinan dalam perspektif Nītiśāstra mencakup integrasi antara kecerdasan intelektual, kematangan moral, dan pengendalian diri (Indriya Jaya). Teks ini membedakan secara jelas antara pedagogi, andragogi, dan heutagogi dalam konteks perkembangan kepemimpinan. Hakikat pedagogi kepemimpinan dalam Nītiśāstra menempatkan pemimpin sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan moral bagi masyarakatnya. Proses pendidikan karakter ini dimulai dari disiplin diri sebagai fondasi utama sebelum memimpin orang lain. Tujuan akhirnya adalah pencapaian kesejahteraan bersama (Jagadhita) yang berlandaskan pada nilai-nilai Dharma. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan hermeneutika dalam merekonstruksi teks Nītiśāstra sebagai sumber pedagogi kepemimpinan, yang sebelumnya lebih banyak dikaji dalam perspektif etika dan politik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep kepemimpinan dalam Nītiśāstra memiliki nilai pedagogis yang universal dan relevan untuk membentuk karakter pemimpin yang berintegritas di era modern.
Article Details
References
Abidin, A. M. 2021. Pendidikan moral dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Palangka Raya: Jurnal Paris Langkis, 2(1), 57-67.
Adib, M. A. (2024). Urgensi Menjadi Teladan: Peran Guru Sebagai Role Model Dalam Pendidikan Agama Islam. Lubuklinggau: Pendidikan Agama Islam, 7(1), 31-44.
Ajmain, A., & Marzuki, M. (2019). Peran guru dan kepala sekolah dalam pendidikan karakter siswa di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Yogyakarta: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 16(1), 109-123.
Ansar, A., Makbul, M., & Al Farizi, M. Y. (2021). Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik Di SMP Negeri 1 Mare. Bacaka: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 22-35.
Darmayasa, M.I. (2014). Canakya Niti Sastra. Surabaya: Paramita.
Gunada, I.W.A, Agung, AAG, Jampel, IN, & Werang, BR (2024). Panca Sthiti Dharmaning Prabu–Konsep kepemimpinan pendidikan–dan hubungannya dengan penguatan karakter: Sebuah studi fenomenologis di sekolah-sekolah berbasis Hindu. Mauritius: Jurnal Internasional Pembelajaran, Pengajaran dan Penelitian Pendidikan , 23 (8), 624-642.
Gunawan, I. G. D., dkk. 2021. Pentingnya Kaderisasi Kepemimpinan Untuk Mewujudkan Pemimpin Muda Hindu Yang Inovatif. Plangka Raya: In Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya (No. 1, pp. 212-220).
Hariyanto, H. (2017). Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi Serta implikasinya dalam pemberdayaan masyarakat. Yogyakarta: Dinamika Pendidikan, 22(1), 65-71.
Heppyana, N. P. A. (2025). Nilai Kepemimpinan Dan Filsafat Seni Dalam Kekawin Niti Sastra. Palangka Raya: Widya Katambung, 16(1), 51-62.
Jayendra, P. S., & Semadi, G. N. Y. (2019). Esensi Etika Dan Moralitas Dalam Kitab Niti Sataka. Denpasar: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa Dan Sastra, 9(2), 94-175.
Lickona, T. (2012). Mendidik untuk membentuk karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Mahayasa, A. (2021). Relevansi kepemimpinan Hindu dalam organisasi di era milenium. Denpasar: Widya Manajemen.
Nadra, I. N. 2022. Kepemimpinan Hindu dalam membangun manusia seutuhnya. Denpasar, Bali: Jurnal Ilmu Agama, 5(3), 158.
Nugraha, M. N., & Kusuma, I. M. W. (2019). Ajaran Kepemimpinan Niti Sastra dalam Seva Niti. Denpasar: Jurnal Teologi, 10(2), 200-209.
Prayudi, A. (2023). Kepemimpinan dalam Organisasi. Medan: Universitas Medan Area.
Puja, IMS, & Mahayasa, IGA (1760). Relevansi Kepemimpinan Hindu Dalam Organisasi di Era Milenium. Denpasar: Widya Manajemen, 3 (2), 186–203 .
Saputra, I. K. B. D. (2022). Nitisastra Sebagai Pedoman Seorang Pemimpin Membina Generasi Muda Sekaa Teruna. Jakarta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 2(1), 1-10.
Setiawan, A. (2021). Filsafat Pendidikan Politik Plato Sebagai Cara Untuk Menyiapkan Calon Pemimpin Indonesia. Ponorogo, Jawa Timur: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 13(1), 93-106.
Siswadi, G. A. (2021). Relevansi Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara Terhadap Sistem Pendidikan Hindu. Singaraja: JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama), 1(2), 150-159.
Suhardana, K. M. (2008). Niti Sastra Ilmu Kepemimpinan atau Management Berdasarkan Agama Hindu. Surabaya: Paramita.
Sukasani, Ni Ketut. 2024. “Nilai-Nilai Kepemimpinan Hindu dalam Kakawin Nītiśāstra.”Singraja: Jurnal Hasil Penelitian, Vol. 4 No. 1, hlm. 68–81
Sulasmi, N. K. A. (2023). Kepemimpinan Dalam Perspektif Susastra Hindu. Singaraja: Jurnal Agama Hindu, 3(2), 221-230.
Suprijono, A., dkk. (2020). New Normal sebagai Stimulus Penguatan Pendidikan Karakter melalui Penerapan Model Pembelajaran Heutagogi. Parepare, Sulawesi Selatan: IAINPAREPARE Nusantara Press.
Suyadi, S. (2014). Kepemimpinan Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa. Mataram: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 6(1).
Suyadi, S. (2014). Kepemimpinan Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa. Mataram: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 6(1).
Utami, N. N. D. T., dkk. (2023). Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Kitab Nitisastra Untuk Membentuk Perilaku Anak Suputra. Jakarta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 24-36.
Wiana, K. I. (1995). Materi Pokok Nitisastra. Jakarta: Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha.
Windya, I. M., & Marselinawati, P. S. (2023). Kajian Teologi Pemujaan Gaņeśa di Pura Ponjok Batu Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng. Denpasar: Jurnal Penelitian Agama Hindu, 7(1), 65-81.
Yilmaz, MF (2012). Kasus Schleiermacher dalam Konteks Metode Hermeneutika dalam Pendidikan. Amsterdam: Procedia-Social and Behavioral Sciences , 55 , 531-538.
Zhara, R. (2022). Model kepemimpinan guru dalam pembentukan karakter siswa. Bangkinang: Jurnal Pendidikan, Akuntansi dan Ekonomi , 2(2), 45-55.