Analisis Nilai-nilai Etika Tokoh Bhisma dan Ekalawya dalam Adiparwa terhadap Pendidikan Karakter di Era Digital
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatar belakanghi oleh pentingnya pendidikan karakter di era digital akibat munculnya berbagai permasalahan moral, seperti hoax, cyberbullying, serta isu privasi dan keamanan data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai etika tokoh Bhisma dan Ekalawya dalam Adiparwa serta relevansinya terhadap pendidikan karakter di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang diperoleh dari teks Adiparwa, adapun buku Adiparwa yang digunakan dalam penelitian ini adalah terjemahan oleh Dra. Anak Agung Inten Mayuni, M.Hum., Drs. I Wayan Ana, M.Hum., Drs. I Made Jendra, M.A., dan Drs. I Wayan Sukarma, M.Si., cetakan ke-11 tahun 2013, yang diterbitkan oleh CV. Setia Abadi. Sementara itu, sumber data sekunder berupa berbagai literatur yang relevan, seperti buku-buku, artikel ataupun jurnal terdahulu yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Bhisma memiliki nilai etika berupa pengorbanan dan pengendalian diri, kesetiaan dan keteguhan, serta tanggung jawab dan pengabdian. Sementara itu, tokoh Ekalawya menunjukkan nilai etika berupa ketekunan dan disiplin dalam menuntut ilmu serta penghormatan dan bakti kepada guru. Nilai-nilai etika tersebur memiliki relevansi terhadap pendidikan karakter di era digital, khususnya pada dimensi berkebinekaan global dalam Profil Pelajar Pancasila yang berkaitan dengan komunikasi dan interaksi antarbudaya, refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan, serta berkeadilan sosial. Selain itu, nilai-nilai tersebut juga relevan dalam menghadapi berbagai permasalahan moral di era digital, seperti penyebaran hoax, cyberbullying, serta rendahnya kesadaran terhadap privasi dan keamanan data.
Article Details
References
Dinarti, N. S., Salsabila, S. R., & Herlambang, Y. T. (2024). Dilema Etika dan Moral dalam Era Digital: Pendekatan Aksiologi Teknologi terhadap Privasi Keamanan, dan Kejahatan Siber. Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 8–16. https://doi.org/10.26418/jdn.v2i1.74931
Ependi, N. H., Pratiwi, D., Ningsih, A. M., Kamilah, A., Wijayanto, P. W., Dermawan, H., Hutape, B., M, Y., Indarwati, Alamsyah, T., Ni’matu, S., Stefen, E., Subiantoro, & Wibowo, T. P. (2023). Pendidikan Karakter. Sada Kurnia Pustaka.
Hiltebeite, A. (2001). Rethinking the Mahabharata: A Reader’s Guide to the Education of the Dharma King. University of Chicago Press.
Irhamdika, G. (2022). Mitigasi Hoax Di Era Disrupsi Melalui Literasi Digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 39–46.
Joyo, P. R. (2021). Kisah Kesetiaan Bhisma Pada Hastinapura: Fenomena Pergeseran Etika Deontologi Menuju Teleologi. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama Dan Budaya Hindu, 12(2), 1–26.
Kajeng, I. N. (1997). Sarasamuccaya. Paramita.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2011). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Komdigi. (2025). Komdigi Identifikasi 1.923 Konten Hoaks Sepanjang Tahun 2024. Kementrian Komunikasi Dan Digital. https://www.antaranews.com
Kompas.com. (2025). Menkomdigi: 48 Persen Anak Pengguna Internet Mengalami Perundungan Online. Kompas.Com. https://www.kompas.com/
Mainuddin, Tobroni, & Nurhakim, M. (2023). Pemikiran Pendidikan Karakter Al-Ghazali, Lawrence Kolberg dan Thomas Lickona. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 6(2), 283–290.
Masriyah, Setyowati, D., & Suriyana. (2025). Nilai Karakter Berkebhinekaan Global pada Pembelajaran di Sekolah Dasar ( Kajian Literatur). Jurnal Pendidikan Indonesia (JOUPI), 3(3), 24–32.
Maswinara, I. W. (2003). Srimad Bhagawad Gita Dalam Bahasa Sanskrta, Inggris, dan Indonesia. Paramita.
Mayuni, A. A. I., Ana, I. W., Jendra, I. M., & Sukarma, I. W. (2013). Adi Parwa. CV. Setia Bakti.
Miswanto. (2023). Kakawin Nitisastra: Teks, Terjemahan, dan Komentar. BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.688
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama.
Natih, P. A. (2021). Panca Satya Tersirat Dalam Epos Mahabharata Sebagai Pedoman Pendidikan Karakter Generasi Hindu. Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu, 8(2), 180–189. https://doi.org/10.25078/gw.v8i2.2114
Raidi. (2025). Indonesia Detects 1,674 Online Hoaxes Over the Past Year, Government-related Emerged as Second Highest. Indonesia Sentinel. https://indonesiasentinel.com
Rusnaini, Raharjo, Suryaningsih, A., & Noventari, W. (2021). Intensifikasi Profil Pelajar Pancasila dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Siswa. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(2), 230–249.
Sanjaya, P., Suarka, I. N., & Indiani, N. M. (2020). Geguritan Niti Raja Sasana. UNHI Press.
Sila, I Made, Santika, I. G. N., & Dwindayani, N. M. A. (2023). Meningkatkan Sikap Disiplin Siswa Melalui Optimalisasi Peran Guru PPKn Dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Pancasila. JOCER: Journal of Civic Education Research, 1(2), 41–48. https://doi.org/10.60153/jocer.v1i2.27
Siswadi, G. A. (2023). Konsep Pendidikan Naturalistik Jean Jacques Rousseau Dan Relevansinya Bagi Pengembangan Sistem Merdeka Belajar di Indonesia. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu, 14(2).
Suartini, N. N. A. (2023). Peran Sastra Mahabharata dalam Pendidikan Moral di Kalangan Umat Hindu. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 409–413.
Sudarsini, N. N. (2023). Pendidikan Budi Pekerti pada Cerita Sang Garuda dalam Teks Adiparwa. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(2), 145–155. https://doi.org/10.53977/ps.v2i01.852
Sunda, U. (2024). Bullying & Judol, Kekerasan Digital pada Anak yang Paling Sering Muncul di Medsos. RM. ID. https://rm.id
Witarni, N. P. (2024). Konsep Yadnya dalam Mahabharata: (Analisis Ajaran Hindu Melalui Kisah Bhisma dan Yudhistira). Śruti: Jurnal Agama Hindu, 4(2), 215–224.
Yasmini, N. M., Suwindia, I. G., & Putra, I. N. M. (2023). Ajaran Moralitas Dalam Cerita Bambang Ekalawya Pada Channel Youtube Hindu Nusantara (Persfektif Pendidikan Agama Hindu. Widyalaya: Jurnal Ilmu …, 3(3), 322–331.