Respons Presiden Prabowo Subianto terhadap Kritik Pakar dalam Perspektif Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat
Main Article Content
Abstract
Kritik pakar merupakan salah satu bentuk kontrol publik yang menopang kualitas demokrasi, dan cara penguasa meresponsnya menentukan ruang bagi perbedaan pendapat. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons Presiden Prabowo Subianto terhadap kritik pakar dalam pidato pada perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional di Jakarta pada 18 September 2026 yang memuat ungkapan “saking pintarnya jadi goblok”. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Data berupa laporan media atas pidato yang ditriangulasi lintas media serta literatur ilmiah tentang komunikasi pemerintah. Analisis wacana kritis tiga dimensi Fairclough diterapkan pada teks, praktik wacana, dan praktik sosial, kemudian hasilnya dibaca melalui konsep ruang publik, demokrasi deliberatif, dan klaim validitas Habermas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons presiden menekankan pembelaan atas komitmen kesejahteraan dan penilaian terhadap integritas pengkritik, sedangkan bantahan substantif atas kritik tertentu tidak ditemukan pada kutipan yang dilaporkan. Penerimaan terhadap kritik secara prinsip berdampingan dengan pelabelan atas kompetensi dan motif pengkritik, dan tuduhan fitnah tidak disertai contoh yang dapat diuji. Pidato disampaikan kepada audiens partai yang suportif, dan tidak ditemukan pembatasan formal atas kebebasan berpendapat. Penelitian menyimpulkan bahwa respons tersebut mempersempit syarat komunikasi yang setara dan dapat diuji tanpa menutup ruang publik, serta merekomendasikan jawaban berbasis data, pembedaan kritik dan fitnah yang dapat diverifikasi, dan penguatan literasi komunikasi publik pejabat.
Article Details
References
Aprilia, I. A., & Nurchotimah, A. S. I. (2022). Peran komunikasi pemerintah untuk mewujudkan good governance melalui pelayanan publik. COMMUNICATION, 13(1), 70–85.
Ariwianto, E. (2023). Kebebasan pers serta kritik masyarakat dalam masa pemerintahan Orde Baru. Jurnal Lani: Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya, 4(2), 107–110. https://doi.org/10.30598/Lanivol4iss2page107-110
Fairclough, N. (2013). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). Routledge.
Fermana, R. A., & Zetra, A. (2022). Relasi media massa dan politik pada pemilihan umum presiden 2019. Jurnal Wacana Politik, 7(1), 71–83. https://doi.org/10.24198/jwp.v7i1.32370
Good News From Indonesia. (2026). Bangsa ini dibangun oleh pakar, dan kita masih memercayai mereka [Opini]. https://www.goodnewsfromindonesia.id/indonesiana/opini/bangsa-ini-dibangun-oleh-pakar-dan-kita-masih-memercayai-mereka
IDN Times. (2026, 18 September). Tak peduli kritik pakar, Prabowo: Saking pintarnya, jadi goblok. https://www.idntimes.com/news/indonesia/tak-peduli-kritik-pakar-prabowo-saking-pintarnya-jadi-goblok-00-rgfwk-xws2k0
Iman, F. N., Febriana, A., Natashia, A., Halim, S., & Telaumbanua, N. A. K. (2026). Analisis pelanggaran etika komunikasi pejabat publik dalam media sosial (Studi kasus: Video kontroversial Wahyudin Moridu). Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 1037–1042. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5385
iNews. (2026, 18 September). Prabowo kutip ayat Alquran saat cerita difitnah pakar: Lebih kejam dari pembunuhan! https://www.rctiplus.com/news/detail/inews/5476080/prabowo-kutip-ayat-alquran-saat-cerita-difitnah-pakar--lebih-kejam-dari-pembunuhan-
InvestorTrust. (2026, 18 September). Prabowo kutip Al-Baqarah ayat 191 untuk respons fitnah dari pihak mengaku pakar. https://investortrust.id/national/116784/prabowo-kutip-al-baqarah-ayat-191-untuk-respons-fitnah-dari-pihak-mengaku-pakar
Muttaqien, M. E., & Ramdan, D. (2023). Konsep komunikasi Jurgen Habermas dalam ide demokrasi deliberatif dan tindakan komunikatif. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 51–64.
Nurdin, H., Sari, F. M., & Lahmuddin, F. (2026). Vacuum of leadership: Analisis kegagalan komunikasi pemerintah dalam penanganan banjir Sumatera. Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(2), 91–101. https://doi.org/10.22236/komunika.v13i2.22858
Okezone. (2026a, 18 September). Prabowo sindir pakar pengkritik: Kalau punya kepintaran, jangan lupa jujur! https://www.rctiplus.com/news/detail/okezone/5476202/prabowo-sindir-pakar-pengkritik--kalau-punya-kepintaran--jangan-lupa-jujur-
Okezone. (2026b, 19 September). Jawab fitnah pakar, Prabowo kutip Surat Al-Baqarah ayat 191. https://www.rctiplus.com/news/detail/okezone/5476082/jawab-fitnah-pakar--prabowo-kutip-surat-al-baqarah-ayat-191
Praba, A. G., Yenny, & Abror, D. (2026). Komunikasi krisis pemerintah pasca aksi massa 2025: Transparansi, koordinasi, empati, dan legitimasi politik di Indonesia. ARMADA: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(7), 2891–2898. https://doi.org/10.55681/armada.v4i7.3107
Rahman, A., Fahrudin, A., & Widyaningrum, Y. (2026). Sentimen publik terhadap retorika politik “londo ireng” dalam pemberitaan BBC News Indonesia. Journal of Social and Political Science, 5(2), 305–313.
Soeltanto, T., Utami, W., Ratu, I. P. T., & Hadiwiyono. (2025). Strategi komunikasi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik (Studi pada Kecamatan Poncokusumo Kab. Malang). Jurnal Akses STIA Malang, 7(1), 62–69.
Sulistiawati, H., & Afrilia, M. (2026). Upaya pemerintah mengelola tekanan publik: Analisis respon pemerintah atas tuntutan 17+8 pasca demonstrasi Agustus 2025. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 12(1), 237–250.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F.
Wahyudi, F. S. (2025). Komunikasi pejabat publik di tengah krisis: Analisis gaya bicara dan dampaknya pada aksi demo 29–31 Agustus 2025. Journal of International Multidisciplinary Research, 3(9), 13–20. https://doi.org/10.62504/jimr1362